Sunday, March 29, 2009

A Fisherman Life


Kehidupan yang mereka lalui adalah satu kehidupan yang sungguh unik. Dimana, mereka seolah-olah mengabdikan diri untuk laut. Rezeki mereka adalah dari lautan, lautanlah yang memberi mereka sumber pendapatan. Betapa mereka tidak mengira apapun keadaan cuaca, panas, hujan, itu adalah sesuatu yang lumrah bagi mereka. Jika dibandingkan dengan kehidupan yang kita ada, kita patut merasa bersyukur, kita bekerja mengikut masa, cukup waktu, kita balik. Kita tidak terdedah oleh apapun keadaan cuaca, kita punya cuti yang tetap. Tetapi, ada antara kita seolah-olah masih tidak tahu untuk bersyukur, kita inginkan sesuatu yang lebih walaupun kita telah mendapat apa yang selayaknya. Nelayan, mereka tidak merungut sebab itulah kehidupan yang harus mereka lalui.


Dan ini menyedarkan aku, betapa aku tidak harus merungut dengan kehidupan yang aku lalui. Dalam kehidupan ini juga, aku seperti seorang nelayan, yang berhempas-pulas melawan perasaan aku sendiri. Perasaan yang membelenggu naluriku. Aku seperti nelayan yang hidup di tengah-tengah lautan manusia yang mempamerkan pelbagai rentak kehidupan. Aku seperti nelayan yang tidak pernah jemu untuk mencari sesuap harapan untuk terus bertahan. Sesungguhnya ketabahan inilah yang membuatkan aku seperti hari ini.

No comments:

Post a Comment

I love, I live, I laugh, I cry. I've wished sometimes that I could die

This is my wish for you:

Comfort on difficult days. Smile when sadness intrudes. Rainbows to follow the clouds. Laughter to kiss your lips. Sunsets to warm your heart. Hugs when spirits sag. Beauty for your eyes to see. Friendship to brighten your being. Faith so that you can believe. Confidence for when you doubt. Courage to know yourself. Patience to accept the truth. Love to complete your life.